Tuesday, July 20, 2010

Java dan JavaScript

Java merupakan sebuah bahasa pemrograman yang mirip dengan bahasa C. Tetapi dengan Java kita bisa membuat tampilan halaman sebuah web menjadi lebih menarik. Contoh penggunaan Java adalah pada fungsi Mouseover, scrolling marquees, tampilan tanggal dan waktu, kalkulator, dan lain-lain. Terdapat dua tupe Java yaitu Java applet dan Java Script.

JAVA APPLETS

Java merupakan bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh Sun Microsystems dan merupakan bahasa pemrograman yang berorientasi obyek. Java bisa digunakan untuk membuat suatu aplikasi yang berdiri sendiri atau pun sebuah aplikasi mini yang biasa disebut applet. Applet biasa digunakan pada halaman web supaya terlihat lebih dinamis. Terdapat banyak sekali aplikasi/applet yang ada.

JAVA SCRIPT

JavaScript dikembangkan oleh Netscape, yang merupakan bahasa pemrograman yang "sederhana" karena tidak bisa digunakan untuk membuat suatu aplikasi atau pun applet. Java Script merupakan sebuah bahasa scripting yang dikembangkan oleh Netscape.Dengan Java Script kita bisa dengan mudah membuat sebuah halaman web yang interaktif. Program Java Script dituliskan pada file HTML (*.htm atau *.html) dengan menggunakan tag kontainer

Sebagai contoh KLIK DI SINI

Contoh JavaScript Lanjutan

Link dg konfirmasi

Sebagai contoh KLIK DI SINI.
Source script-nya DOWNLOAD DI SINI

Menampilkan jam

Sebagai contoh KLIK DI SINI.
Source script-nya DOWNLOAD DI SINI

Teks Berjalan 1

Akan menampilkan tulisan yang nampak berjalan dari kanan ke kiri.

Sebagai contoh KLIK DI SINI.
Source script-nya DOWNLOAD DI SINI.

Teks Berjalan 2

Akan menampilkan tulisan yang nampak berjalan dari kanan ke kiri.

Sebagai contoh KLIK DI SINI.
Source script-nya DOWNLOAD DI SINI.

Monday, July 19, 2010

DTE n DCE

Di dalam komunikasi data antarmuka atau yang biasa disebut komunikasi serial memerlukan beberapa piranti seperti DTE (Data Terminal Equiment ), yaitu computer itu sendiri dan DCE (Data Communication Equipment) , antarmuka dari DTE misalnya modem dan system transmisinya.

Peralatan terminal data (DTE) adalah instrument akhir yang mengubah informasi pengguna ke reconverts sinyal atau sinyal yang diterima. Ini juga dapat disebut ekor sirkuit. Sebuah perangkat DTE berkomunikasi dengan data circuit-terminating equipment (DCE). DTE/DCE klasifikasi diperkenalkan oleh IBM. 2 jenis perangkat diasumsikan pada masing-masing ujung kabel yang saling berhubungan untuk kasus hanya menambahkan DTE ke topologi (misalnya sebuah hub, DCE), yang juga membawa kasus sepele yang kurang interkoneksi perangkat dari jenis yang sama: DTE – DTE atau DCE – DCE. Kasus – kasus seperti itu perlu kabel crossover. Seperti untuk Ethernet atau modem null untuk RS -232. Sebuah DTE adalah unit fungsional dari stasiun data yang berfungsi sebagai sumber data atau data yang tenggelam dan menyediakan untuk berkomunikasi data fungsi control harus dilakukan dengan protocol link. Peralatan terminal data mungkin satu peralatan atau subsistem yang saling terkait dari berbagai potongan – potongan peralatan yang melakukan semua fungsi yang diperlukan untuk mengizinkan pengguna untuk berkomunikasi. Seorang pengguna berinteraksi dengan DTE (misalnya melalui antarmuka mesin-manusia), atau mungkin DTE pengguna. Sebagai aturan umum, bahwa perangkat DCE menyediakan sinyal clock (internal clocking) dan mensikronisasikan perangkat DTE pada jam yang disediakan (clocking eksternal). D-sub konektor mengikuti peraturan lain untuk pin penugasan.

· DTE 25 pin perangkat transmisi pada pin 2 dan terima pada pin 3.

· 25 pin DCE perangkat transmisi pada pin 3 dan terima pada pin 2.

· 9 pin DTE perangkat transmisi pada pin 3 dan terima pada pin 2.

· 9 pin DCE perangkat transmisi pada pin 2 dan terima pada pin 3.

Istilah ini juga umumnya digunakan dalam Telco dan Cisco peralatan konteks untuk menunjukkan suatu perangkat [klarifikasi diperlukan] tidak dapat menghasilkan sinyal clock, maka PC ke PC Ethernet koneksi juga dapat disebut DTE DTE ke komunikasi. Komunikasi ini dilakukan melalui sebuah kabel “ crossover Ethernet sebagai lawan dari PC ke DCE (Hub, switch, atau jembatan) komunikasi yang dilakukan melalui kabel Ethernet lurus.

Laju kecepatan DTE/DCE

Laju kecepatan pengiriman data yang sering dibicarakan adalah laju kecepatan DTE ke DCE (antara PC dan modem atau disebut juga sebagai laju kecepatan terminal ( terminal speed) dan laju kecepatan DCE ke DCE (antar modem yang berkomunikasi atau disebut juga sebagai laju kecepatan jalur (line speed). Jika anda menggunakan modem 28,8K atau 36,6K, maka artinya kecepatan ini mengacu pada laju kecepatan DCE ke DCE. Jika digunakan UART 16550a, maka laju kecepatan maksimumnya adalah 115.200 bps, sedangkan kebanyakan perangkat lunak yang digunakan saat ini digunakan untuk mengatur laju kecepatan DTE keDCE. Interupsiin itu banyak modem saat ini beredar di pasaran dilengkapi dengan fasilitas kompresi-dekompresi (pemampatan-penguraian) data. Biasanya rasionya sekitar 1 : 4 (untuk berkas teks), dengan demikian jika dilakukan transfer data dengan laju 28,8K (DCE ke DCE), dengan modem yang berfasilitas kompresi data, maka artinya anda sebenarnya mengirimkan data tersebut dengan laju 115,2Kbps (DTE ke DCE). Hal ini yang menyebabkan laju DTE ke DCE bisa lebih besar dari DCE ke DCE. Namun ada juga modem yang bisa melakukan kompresi hingga rasionya mencapai 1 : 8, sehingga kecepatan laju DTE ke DCE bisa mencapai 168.800 bps (modem ßàUART). Jika digunakan 16550a, yang kecepatannya maksimum hanya 115.200 bps, akan sia-sia saja, sehingga sebaiknya digunakan UART 16550c yang kecepatan pengiriman datanya bisa mencapai 230.400 bps. Angka-angka yang disebutkan adalah angka-angka maksimum, kenyataannya bisa lebih rendah/kecil.

Control aliran (flow control)

Jika laju kecepatan DTE ke DCE lebih cepat bila dibandingkan dengan DCE ke DCE, lambat-laun akan menyebabkan kehilangan data atau istilahnya terjadi buffer overflow, dengan demikian dibutuhkan control aliran baik secara perangkat lunak maupun secara perangkat keras. Control aliran melalui perangkat lunak yang biasa digunakan adalah Xon/Xoff, yaitu dengan cara mengirimkan karakter Xon (ascii 17) dan Xoff (ascii 19) yang masing-masing membutuhkan panjang data terkirim total 10 bit, sehingga akibatnya akan memperlambat laju kecepatan, namun dari sisi perangkat keras tidak menambah jumlah kabel serial. Karakter Xon digunakan sebagai tanda bahwa modem siap untuk menerima data berikutnya, sedangkan karakter Xoff digunakan sebagai sinyal untuk menghentikan pengiriman data dari computer. Sedangkan control aliran melalui perangkat keras menggunakan sinyal RTS (Request To Send) dan CTS (Clear To Send), sehingga dalam hal ini perlu ditambahkan 2 kabel lagi namun dari sisi perangkat lunak tidak dibutuhkan tambahan bit, sehingga tidak akan menurunkan laju kecepatan. Pada saat computer ingin mengirimkan data maka akan diaktifkan sinyal RTS, jika modem masih memiliki ruang penyimpan sementara (buffer), maka modem akan mengirimkan jawaban berupa sinyal CTS.